Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan

Galaksi Terpadat yang Relatif Dekat dengan Kita

Posted by Jeje Selasa, 01 Oktober 2013 0 komentar


Dengan menggunakan kemampuan pencitraan gabungan dari observatorium berbasis bumi dengan Teleskop yang melayang tinggi di antariksa, Hubble Space Telescope, dan sepupunya, Chandra X-Ray Observatory, kita mengetahui bahwa galaksi kerdil ultra-kompak yang dikenal sebagai M60-UCD1 ternyata 15.000 kali lebih padat daripada  galaksi kita sendiri, Bima Sakti.


Dikemas dengan jumlah bintang-bintang yang luar biasa, M60-UCD1 (terlihat di insert) adalah galaksi kerdil ultra-kompak, yang terletak 54 juta tahun cahaya dari Bumi dan berada di dekat galaksi eliptikal raksasa M60. M60-UCD1 ditemukan oleh NASA Hubble Space Telescope dan tindak lanjut pengamatan dilakukan dengan NASA Chandra X - ray Observatory dan teleskop optik yang berbasis bumi.

Perjalanan antariksa dari satu bintang ke bintang yang lain akan menjadi jauh lebih mudah dalam galaksi M60-UCD1 daripada di galaksi kita, tetapi masih tetap membutuhkan waktu ratusan tahun dengan menggunakan teknologi yang kita miliki saat ini.
Perbandingan ukuran Galaksi kita dengan Galaksi Ultracompact
Yang lebih luar biasa tentang galaksi M60-USD1 adalah bahwa bagian paling padat dari galaksi ini, yaitu intinya, di mana setengah dari 200 juta massa bintangnya berada dalam radius hanya 80 tahun cahaya. Itu berarti bintang-bintang di galaksi kecil ini sekitar 25 kali lebih dekat satu sama lain daripada yang kita temukan di sekitar lingkungan galaksi Matahari kita.

Observasi Chandra telah mengungkapkan bahwa inti kecil galaksi ini merupakan sumber sinar-x yang kuat, yang disana bersemayam sebuah lubang hitam raksasa yang beratnya 10 juta kali massa matahari kita. Artinya ukuran lubang hitam di galaksi tersebut sekitar dua kali ukuran lubang hitam yang berada di inti galaksi kita sendiri.

Para astronom berteori bahwa papasan galaksi ini dengan galaksi tetangganya miliaran tahun yang lalu mungkin telah merenggut bintang-bintang bagian luar dari galaksi M60-USD1 dan menyebabkan lubang hitam supermasif pada inti nya menarik bintang-bintang yang masih tersisa, ke dekatnya. Astronom yang meneliti galaksi ini berpikir bahwa banyak bintang-bintang telah ditarik dari eksterior dari apa yang dulunya adalah sebuah galaksi yang jauh lebih besar. Jadi yang terlihat sekarang adalah hanya inti galaksi yang sangat padat dari mantan galaksi besar, dan lubang hitam yang terlalu besar.


Sumber: NASA
Read More..

Sebenarnya Manusia Terbuat dari Debu Bintang?

Posted by Jeje Jumat, 13 September 2013 0 komentar
Manusia diciptakan dari tanah. Ya, itu benar. Tanah itu ada di mana? Di bumi. Bagaimana asal bumi? Hampir semuanya terbuat dari materi-materi yang terbentuk di pusat sebuah bintang. Apa pun yang tidak terbentuk di dalam sebuah bintang memiliki materi yang sama seperti bintang-bintang—contohnya planet-planet gas, seperti Jupiter dan Saturnus.

Mengutip dari Langitselatan, disebutkan ketika sebuah bintang lahir, jauh di dalam segumpal awan gas dan debu kosmis, materi yang tersisa membentuk sebuah cakram di sekelilingnya (seperti cincin-cincin Saturnus). 


australiangeographic.com.au


Butiran-butiran batu kecil di dalam cakram kemudian saling bertabrakan dan kadang-kadang menyatu, membentuk objek-objek yang semakin lama semakin besar. Seperti inilah planet-planet lahir.

Semakin banyak materi yang ditarik planet, semakin besar ukurannya. Namun, planet-planet makan dengan sangat berantakan. Saat planet-planet raksasa penghirup gas makan, mereka menarik gas dari cakram dalam aliran-aliran panjang. Nyaris mustahil melihat planet-planet terbentuk, karena gas dan debu di dalam cakram menyembunyikan mereka dari pandangan.

Tetapi, dengan menggunakan sebuah teleskop raksasa baru berkekuatan tinggi bernama ALMA, para astronom telah melihat bahwa aliran-aliran gas itu mengalir dari cakram pembentuk planet di sebuah bintang muda di dekat Tata Surya kita! Karena ada lebih dari satu aliran, mungkin sekelompok planet raksasa tengah terbentuk!

Fakta Menarik: Tahukah kamu, Tata Surya kita sendiri memiliki empat raksasa gas? Mereka semua berada di “Bagian Luar Tata Surya”, lebih jauh dari Mars. Mereka adalah Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Jupiter adalah yang terbesar: 1.300 planet seukuran Bumi bisa muat di dalamnya!
Read More..

Inilah Retrogade, Planet Berorbit Terbalik

Posted by Jeje 0 komentar
Planet umumnya mengorbit bintang searah dengan arah perputaran bintangnya. Namun, beberapa planet berbeda, mengorbit dengan arah berlawanan. Planet tersebut disebut planet retrograde atau planet berorbit terbalik.

Salah satu planet retrograde adalah planet HAT-P-7b yang mengorbit bintang berjarak 1.040 tahun cahaya di konstelasi Cygnus. Planet tersebut ditemukan pada tahun 2008. Astronom bertanya-tanya, mengapa planet itu bisa bergerak berlawanan dengan arah bintangnya.

 

Jawabannya terkuak dari hasil penelitian para astronom Jepang. Lewat pengamatan dengan Subaru Telescope Facility di Hilo, Hawaii, mereka menemukan sebab terbaliknya orbit HAT-P-7b. Mereka menemukan adanya planet seukuran Jupiter HAT-7c yang mengorbit bintang di dekat bintang induk HAT-P-7b.

"Tim peneliti berpikir bahwa adanya bintang tetangga dan planet lain berperan dalam membentuk dan mempertahankan orbit planet dalam (HAT-P-7b) yang terbalik," jelas pejabat Subaru Telescope Facility seperti dikutip Space, Kamis (24/1/2013).

Menurut tim astronom, HAT-P-tc terletak di antara planet berorbit terbalik HAT-P-7b dan bintang yang baru saja ditemukan. Bintang dan planet yang baru saja ditemukan memengaruhi orbit planet HAT-P-7b.

Studi ini dipimpin Norio Narita, Yasuhiro Takahashi, Masayuki Kuzuhara, dan Teruyuki Hirano dari National Astronomical Observatory of Japan dan University of Tokyo. Kesimpulan yang didapatkan, efek gravitasi ganda bisa memengaruhi terbentuknya planet berorbit terbalik.


Sumber:
kompas
Read More..

Beginilah Cara Cuci Tangan di Luar Angkasa

Posted by Jeje 0 komentar
Di ruang angkasa yang nol gravitasi, apakah astronout juga cuci tangan? Apakah mungkin dan air tidak terban ke berbagai penjuru?

Badan Antariksa Kanada menjawab pertanyaan itu lewat sebuah video yang dirilis baru-baru ini. Video itu mengungkapkan bagaimana astronaut Chris Hadfield mencuci tangan di dalam stasiun antariksa.

dailymail.co.uk
Tanpa gravitasi, benda-benda di dalam stasiun antariksa melayang seakan tidak berbobot. Tentunya sulit bagi astronot untuk sekadar membasuh tangan jika air yang digunakan saja melayang-layang tak keruan arahnya.

Namun, Hadfiels mempunyai cara untuk mengatasinya. Ia menggunakan cairan cuci tangan khusus yang dibuat dari campuran air panas dan dingin serta sabun. Cairan itu ditaruh dalam kantong khusus dengan sedotan menempel di salah satu sisinya.

Saat mencuci tangan, Hadfiels mengeluarkan sedikit cairan dari kantong melalui sedotan. Cairan yang seketika melayang membentuk gumpalan itu langsung ditahan dengan telapak tangan kiri. Ia lantas menempelkan telapak tangan kanannya pada telapak kiri dan mengapit gumpalan cairan cuci tangan di tengahnya.
Video


Saat itu juga Hadfiels menggosokkan kedua telapak tangannya, membasuhkan cairan cuci tangan ke kedua tangan secara merata, persis gerakan mencuci tangan saat di Bumi. Tahap ini harus dilakukan secara cepat sebelum cairan melayang ke langit-langit stasiun antariksa.

Kedua tangan kemudian dilap dengan handuk, yang kemudian digantung pada langit-langit. Uap air dari handuk yang mengering ditampung kembali di dalam stasiun antariksa. Nantinya uap air tersebut diolah dan digunakan lagi untuk mencuci tangan para astronaut.

Tidak perlu lagi menggunakan sabun secara terpisah karena cairan khusus pencuci tangan sudah mengandung pembersih. "Seperti berada di perahu layar di tengah lautan dan Anda perlu membersihkan diri," kata Hadfiels.


Sumber:
tempo
Read More..

Inilah 7 Asteroid yang Paling Unik

Posted by Jeje 0 komentar
Pada awal Februari 2013 ini, masyarakat Bumi menjadikan asteroid sebagai pembicaraan hangat. Ini karena makin mendekatnya asteroid 2012 DA14 yang diprediksi mendekati planet kita pada 15 Februari 2013.

Asteroid dengan lebar sekitar 45 meter ini akan mencapai kedekatan hingga 27.700 kilometer dari Bumi. Menjadikannya sebagai jarak asteroid terdekat yang pernah diketahui.

Tiap asteroid unik. Namun, ada tujuh asteroid yang mendapat cap "teraneh" di tata surya.
1. Ceres

intergalactic-hq.com


Ditemukan oleh Giuseppe Piazzi, 1 Januari 1801.
Sebagai asteroid terbesar, Ceres mendapat julukan "planet katai" (Dwarf Planet). Karena ukurannya pula, ia menjadi asteroid yang ditemukan pertama kali. Sebegitu besarnya Ceres, sehingga ia jadi satu-satunya asteroid yang memiliki gaya gravitasi untuk menarik diri sendiri ke dalam lingkaran suatu planet.
2. Baptistina


ay20-mee.blogspot.com

Disebut juga sebagai induk dari asteroid pemusnah dinosaurus dan merupakan salah satu anggota termuda di sabuk asteroid. Berdasarkan model komputer, Baptistina dan kawanan asteroidnya terjadi sekitar 160 juta tahun lalu. Tumbukan yang disebabkan Baptistina membuat ratusan objek langit lainnya beradu dengan Bumi. Salah satunya jatuh ke planet ini pada 65 juta tahun lalu dan memusnahkan dinosaurus.

Catatan: hipotesa ini ditentang oleh beberapa teori lain. Apakabardunia akan membahasnya lain kesempatan

3. Hektor, si Trojan terbesar

psi.edu

Asteroid ini memiliki dimensi sekitar 200 kilometer dan memiliki bulan sendiri. Ia merupakan bagian dari asteroid Trojan yang terikat dalam orbit planet Jupiter.


4.  Kleopatra

paulbourke.net


Asteroid ini berbentuk seperti tulang mainan anjing dan memiliki dua bulan yang dinamai Alexhelios dan Cleoselene.


5. Themis
 weirdwarp.com

Asteroid ini diketahui sebagai satu-satunya yang memiliki es di permukaannya. Selain es, pada tahun 2009, observasi menggunakan infra-merah memastikan adanya karbon dan molekul. Karakter ini membuat Themis sebagai kandidat kuat asteroid yang bisa menyokong kehidupan.

6. Toutatis
news.discovery.com


Benda langit ini dinamai sesuai dengan nama dewa bangsa Celtic. Toutatis masuk dalam karakter unik karena berotasi dengan acak, bahkan terkesan terhuyung. Hal ini kemungkinan besar terjadi karena Toutatis terdiri dari dua bagian dan dipengaruhi gravitasi Bumi dan Jupiter. Jalur rotasinya yang tidak pasti membuatnya sulit diprediksi.

7. Apophis
cbc.ca


Ditemukan pada 2004 dan diambil dari bahasa Yunani yang berarti "Dewa jahat mesir untuk kegelapan". Sesuai namanya, asteroid ini sempat membuat kepanikan di dunia astronomi pada tahun 2004. Apophis masuk dalam peringkat empat dari sepuluh dalam skala Torino. Skala 10 jadi patokan tertinggi atas risiko benda langit yang menumbuk Bumi dan dianggap sebagai kiamat.

Apophis diprediksi akan mendekati Bumi pada 13 April 2029 dengan jarak sekitar 30 ribu kilometer.


Sumber:
kompas.
Read More..

Cuaca di Mars Ekstrim Apakah Mungkin Untuk Manusia?

Posted by Jeje 0 komentar
Planet Mars sudah lama menjadi obyek pencarian kehidupan lain di luar Bumi. Planet Merah juga menjadi salah satu calon koloni manusia, jika suatu hari nanti Bumi tak lagi sanggup menopang kehidupan.

Namun, apakah pencarian tersebut selama ini sukses dan memungkinkan Mars jadi rumah kedua manusia ?


 beyond-our-planet.blogspot.com


Dilansir Redorbit, 11 Februari 2013, awal kehidupan di Bumi ditandai dengan adanya iklim yang hangat dan basah, dan itu merupakan gambaran dari Planet Mars pada 3,5 miliar tahun yang lalu.

Namun, atsmosfer Mars mengandung karbondioksida dan air, yang menciptakan sebuah rangkaian kimia dan menyebabkan terbentuknya batuan karbonat di Planet Merah itu.

Selain itu, di Mars tidak ditemukan sistem teknonik yang berfungsi untuk mendaur ulang bebatuan menjadi karbondioksida. Hal tersebut membuat atmosfer di Planet Mars semakin tipis.

Jadi, bagaimana cuaca di Mars, panas atau dingin? Ketika sebuah atsmosfer semakin tipis, logikanya suhu cenderung akan sangat dingin. Kejadian ini membuat setiap air yang ada di permukaan Mars akan membeku.

Suhu di Planet Mars bervariasi. Pada musim panas, suhu akan mencapai 70 derajat Fahrenheit, atau 21 derajat Celcius, pada siang hari. Kurang lebih sedingin AC kamar di ruang tidur Anda.

Sementara suhu di kutub bisa mencapai -225 derajat Fahrenheit, atau setara -142 derajat Celcius. Tentu temperatur yang tidak merata ini membentuk sebuah lingkungan yang tidak ramah bagi manusia. Suhu yang tak menentu pun menjadi tantangan bagi para ilmuwan ketika akan mengirimkan sistem elektronik dan mekanik ke Mars.

Kelembaban juga menjadi kunci kehidupan bagi manusia. Sementara di Planet Mars, kelembaban udaranya sering berubah-ubah. Pada saat malam dengan suhu yang dingin, kelembaban di Mars bisa mencapai 100 persen. Sedangkan, pada siang hari kelembaban di bawah normal, kejadian ini disebabkan oleh perbedaan suhu yang jauh pada siang dan malam hari.

Indikator lain dari suatu planet agar bisa ditempati manusia adalah tekanan udara. Akibat cuaca yang dingin di Mars, molekul udara bergerak lambat dan berkumpul pada suatu ruang. Hal ini menyebabkan tekanan udara menjadi sangat tinggi.

Sangat berbeda dengan di Bumi, suhu yang hangat menyebabkan molekul udara bergerak lebih cepat, dan mendorong molekul udara untuk meluas ke berbagai ruang. Sehingga, tekanan udara tidak terpusat ke ruang tertentu.

Jadi, bisa disimpulkan cuaca di Mars adalah sangat dingin dan belum dikatakan layak untuk dihuni. Ini diakibatkan oleh atsmosfernya yang tipis. Setiap air yang ada di permukaannya akan langsung membeku menjadi es.

Saat ini, permukaan Mars dihiasi dengan gurun beku, namun masih ada sejumlah studi geologi yang menunjukkan bahwa Planet Merah lebih hangat dan basah.

Kemajuan ilmu pengetahuan manusia memang terus berkembang. Banyak hal yang dulu tak mungkin kini jadi kenyataan. Namun, tak ada yang tahu pasti apakah mungkin manusia bisa meninggalkan bumi - satu-satunya tempat bagi manusia sesuai kehendak Allah SWT - atau ada kemungkinan lain? Walahu'alam bishowab...

Sumber:
viva.
Read More..

NASA Berencana Akan Hadirkan Pom Bensin di Luar Angkasa

Posted by Jeje 0 komentar
Penjelajah luar angkasa yang perlu mengisi ulang tangki bahan bakarnya saat dalam perjalanan ke Bulan atau ke Mars dalam waktu dekat akan dapat mampir ke stasiun pengisian bahan bakar di orbit.
Dikabarkan, NASA menyediakan tender senilai US$200 juta atau sekitar Rp1,7 triliun bagi yang mampu menunjukkan bagaimana menyimpan dan mentransfer bahan-bakar roket di luar angkasa.
Ide untuk membuka pom bensin di luar angkasa sendiri telah lama berkembang. Sebagai contoh, sebuah perusahaan asal Kanada tengah bersiap untuk meluncurkan stasiun pengisian bahan bakar di tahun 2015 mendatang.
Namun pada proposalnya, NASA menginginkan sesuatu yang lebih dari sekadar mengisi ulang pesawat ruang angkasa di orbit Bumi.
Dikutip dari Innovation News Daily, 23 Mei 2011, NASA ingin secara khusus memanfaatkan oksigen dan hidrogen cair yang biasa digunakan untuk memasok daya bagi mesin pesawat ruang angkasa dan beberapa roket komersial.
Proposal yang ditawarkan mencari perusahaan yang mampu menyediakan penyimpanan ‘zero-boil off’ oksigen cair dan setidaknya penyimpanan ‘minimal boil-off’ hidrogen cair.
Sebagai gambaran, hidrogen cair membutuhkan penyimpanan dengan suhu minus 218 derajat Celcius. Zat itu perlu dilindungi dari sumber panas eksternal seperti Matahari atau panas buangan mesin roket untuk mencegah terjadi pemuaian atau menyebabkan ledakan tangki penyimpanan.
Perusahaan yang berminat untuk menyambut tantangan NASA juga harus mampu menunjukkan bagaimana zat cair ini ditransfer dalam lingkungan dengan gravitasi minimal di orbit Bumi.
Meski proposal yang diajukan mencapai nilai sebesar USD 200 juta, badan antariksa Amerika Serikat itu akan mempertimbangkan misi yang nilainya mencapai USD 300 juta.
Syaratnya, biaya tambahan itu menawarkan berbagai kelebihan penting. Sebaliknya, NASA juga mempertimbangkan proposal senilai di bawah USD 200 juta asalkan mampu memenuhi kebutuhan.
Partner NASA yang berhasil menyediakan teknologi untuk menghadirkan pom bensin di luar angkasa sendiri akan mendapatkan keuntungan dari digelarnya stasiun pengisian bahan bakar tersebut.
Sebagai informasi, saat ini, NASA juga bekerjasama dengan sebuah perusahaan roket swasta asal Amerika Serikat, Space Exploration Technologies Corp (SpaceX). Mereka dikontrak untuk mengantarkan astronot dan kargo ke International Space Station. Namun tidak untuk mengantarkan manusia ke Bulan dan Mars.
Sumber :
teknologi.vivanews.com
Read More..

NASA Telah Merilis Gambar Planet Merkurius Dengan Warna-Warni yang Indah

Posted by Jeje Kamis, 12 September 2013 0 komentar
Planet Merkurius adalah planet terkecil dalam tata surya kita, dan mungkin terlihat oleh mata manusia seperti bulan Bumi. Tetapi secara mengejutkan NASA mempublikasikan penampilan Merkurius yang berbeda dengan yang kita yakini selama ini. 


Planet Merkurius yang dipetakan oleh satelit NASA Messenger ternyata memiliki warna-warni yang indah. Variasi warna itu menandakan komposisi, planet kecil ini mempunyai berbagai jenis batuan di permukaannya. 

Instrumen pesawat ruang angkasa Messenger milik NASA juga mengungkapkan di sana terdapat beragam bahan kimia dan mineral. Satelit Messenger milik NASA menggambarkan penampilan sebenarnya dari planet merkurius “Ini adalah planet eksentrik,” ungkap David Blewett dari Universitas Johns Hopkins, kepada Asosiasi Wartawan Amerika pada Pertemuan Kemajuan Ilmu Pengetahuan (Advancement of Science meeting) di Boston pekan lalu. 


Merkurius merupakan planet terkecil dari delapan planet dari tata surya kita, karena planet Pluto tidak lagi dianggap sebagai planet penuh. Planet terkecil ini juga memiliki medan magnet global seperti yang ada di Bumi, Venus dan Mars. Variasi warna planet ini menandakan adanya komposisi mineral, bebatuan dan bahan kimia di permukaannya. 


Dalam gambar yang dirilis oleh NASA pada Jumat pekan lalu, cekungan dampak dari tubrukan meteor terlihat di bagian atas Merkurius, dan warna oranye terang menandakan dataran vulkanik. Sedangkan bintik-bintik oranye dan cokelat kecil adalah tempat di mana material tersimpan karena adanya erosi oleh letusan gunung berapi. 


Penelitian NASA bulan Desember tahun lalu menunjukkan adanya es dan bahan organik di dalam kawah permanen di bagian kutub planet Merkuri. Tubrukan meteor terlihat di bagian atas Merkurius 

Satelit Messenger NASA melakukan misi utama pemetaan pada Maret 2012 selama setahun, dan saat ini misinya adalah membuat survei lebih rinci. Berikut ini gambar-gambar planet Merkurius lainnya yang diambil oleh satelit Messenger NASA: 











Sumber :

Read More..

Ternyata Ada 400 Pohon Di Bumi yang Berasal Dari Bulan

Posted by Jeje 0 komentar
Bulan adalah "tetangga" terdekat Bumi di luar atmosfer. Benda luar angkasa ini banyak dikenal sebagai lampu penerang Bumi tatkala malam hari. Namun, sejatinya bulan tidak memancarkan cahaya sendiri dan cahaya bulan itu berasal dari pantulan cahaya matahari.


Berikut ini ada 10 fakta menarik dan mengejutkan dari bulan.

1. Bagaimana bulan terbentuk?
Menurut sebuah teori terkemuka, bulan tercipta ketika batu seukuran planet Mars menabrak bumi, tak lama setelah tata surya mulai terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu.

2. Bulan terkunci di orbit
Hal yang paling menarik adalah bumi dan bulan ternyata sama-sama berputar pada orbitnya, bagaimana itu bisa terjadi?

Dahulu kala, efek gravitasi Bumi yang melamban membuat rotasi bulan tetap pada porosnya. Setelah rotasi bulan melamban sesuai dengan orbitnya (waktu yang diperlukan bulan untuk mengelilingi bumi) maka rotasi bulan menjadi stabil.

Bagaimana dengan fase regular bulan yang terlihat di Bumi? Bulan selalu mengorbiti Bumi. Satelit itu menghabiskan sebagian waktunya mengelilingi Bumi dan matahari. Saat berada jarak terjauh dari bumi, ini dinamakan bulan mati, dan ia hanya terlihat sisi gelapnya saja.

Sementara ketika Bumi berada hampir segaris di antara matahari dan bulan, maka seluruh permukaan bulan akan diterangi matahari. Ini dinamakan bulan purnama.

Sedangkan, posisi bulan berada di sisi samping Bumi dan matahari, maka hanya sepotong cahaya matahari akan menerangi bulan. Ini yang membentuk bulan sabit.


3. Ada pohon di bulan
Fakta ini mungkin membuat Anda tercengang. Ternyata, ada lebih dari 400 pohon di Bumi yang berasal dari bulan.

Pada tahun 1971, Apollo 14 mendarat di bulan dengan membawa tiga astronot, yaitu Stuart Roosa, Alan Shepard, dan Edgar Mitchell. Rossa pun mengambil sekelompok benih yang ada di bulan dan menanamnya di Bumi. Hasilnya, benih itu tumbuh di Bumi dan diberi nama Pohon Bulan.

4. Bumi adalah saudara dari bulan
Apakah bulan adalah satelit Bumi? Jawabannya, bisa jadi tidak. Pada tahun 1999, para peneliti menemukan asteroid yang memiliki lebar 5 kilometer. Asteroid itu terjebak dalam cengkeraman gravitasi Bumi. Ini malah lebih tepat disebut satelit Bumi.

Asteroid yang diberi nama Cruithne itu membutuhkan waktu 770 tahun untuk mengelilingi Bumi. Para peneliti mengatakan, bahwa Cruithne akan tetap mengelilingi Bumi setidaknya dalam waktu 5.000 tahun.


5. Banyak kawah di bulan
Para peneliti menemukan banyak kawah di bulan. Ini disebabkan oleh hantaman asteroid antara 4,1 miliar hingga 3,8 miliar tahun yang lalu. Bekasnya yang tampak seperti kawah belum terkikis sampai saat ini.

Ada dua alasan memperkuat dugaan di atas. Pertama, bulan secara geologis tidak aktif. Tidak ada gempa bumi, gunung berapi, dan gunung seperti halnya Bumi. Kedua, bulan tidak mempunyai atmosfer. Tidak ada hujan dan angin. Sehingga, erosi permukaan pun sangat sedikit terjadi. (sj)

6. Bulan berbentuk telur
Bentuk bulan tidak bulat seperti bola, tapi lebih menyerupai telur. Saat Anda mengelilingi bulan, ketika berada di permukaan yang kecil itu berarti Anda berada di ujung bulan. Selain itu, bulan juga tidak ada pusat geometris.

7. Di bulan ada gempa
Saat mengunjungi bulan, para astronot menggunakan seismometer untuk mengetahui apakah ada gempa di bulan. Ternyata, bulan tidak benar-benar mati secara geologis. Gempa kecil ternyata terjadi di bulan. Diduga gempa ini disebabkan oleh gravitasi Bumi.

Para peneliti memperkirakan bahwa bulan memiliki inti panas sama sepeti Bumi. Dari data pesawat luar angkasa NASA Lunar Prospector yang mendarat di bulan, menemukan bahwa inti bulan ternyata sangat kecil, besarnya antara 2-4 persen dari massa bulan.

8. Apakah bulan termasuk planet?
Ukuran bulan lebih besar dari Pluto, ukurannya kira-kira seperempat dari Bumi. Beberapa peneliti berpikir bahwa bulan lebih seperti sebuah planet, mengacu pada adanya kesamaan sistem orbit pada bulan dan Bumi. Bulan dan bumi sering disebut sebagai planet ganda.

9. Bulan membentuk air pasang di laut
Dalam sebulan, variasi harian dari rentang pasang laut berubah secara sistematis mengikuti siklus bulan. Gravitasi bulan telah menarik lautan di Bumi. Air pasang terjadi ketika Bumi berputar di bawah bulan.

Salah satunya adalah pasang laut purnama yang terjadi pada saat bulan baru dan bulan purnama. Situasi ini terjadi ketika Bumi, bulan dan Matahari berada dalam satu garis lurus. Pasang naik menyebabkan gelombang yang sangat tinggi dan pasang surut membuat gelombang menjadi sangat rendah.

Selain itu, tarik menarik gravitasi antara Bumi dan bulan memiliki efek yang menarik. Sebagian energi rotasi Bumi yang ditarik oleh bulan, menyebabkan melambatnya rotasi Bumi, sekitar 1,5 milidetik setiap abadnya.

10. Selamat jalan, Bulan
Ketika Anda membaca ini, bulan telah bergerak menjauh dari Bumi. Benar, setiap tahunnya, bulan mencuri sebagian energi rotasi bumi dan menggunakannya untuk mendorong sejauh 3,8 sentimeter lebih tinggi dari orbitnya.

Para peneliti mengatakan, ketika awal terbentuknya bulan, jaraknya dengan Bumi hanya sejauh 22.530 kilometer. Saat ini, jarak antara bulan dan Bumi sudah mencapai 450.000 kilometer. Jika gravitasi Bumi sudah tidak terlalu kuat, suatu hari nanti, bulan akan meninggalkan Bumi.


Read More..

Total Tayangan Halaman